Jumat, 04 Oktober 2019

Astronot Pertama Indonesia

 


Mengenang Astronot Wanita Pertama di Asia, dari Indonesia

  • Indonesia pernah mempunyai calon astronot, dan merupakan astronot wanita pertama di Asia. Namanya Pratiwi Sudharmono
  • Mewakili Indonesia menjelajah luar angkasa dalam misi NASA, Dr. Pratiwi sudah menyiapkan riset selama bertahun-tahun terkait ilmu yang digelutinya.
  • Misi ini gagal diberangkatkan menyusul kecelakaan pesawat ulang-alik AS Challengger pada awal 1986.
  • Ada baiknya, Indonesia mulai menyusun kembali roadmap untuk mengirimkan anak bangsa ke luar angkasa.
Sekitar 3 dekade lalu, seorang pakar biologi molekuler Universitas Indonesia (UI), Pratiwi Sudharmono, tengah bersiap menjadi wanita Asia pertama yang akan menjelajah luar angkasa dalam misi NASA. Untuk misi yang sangat langka dan penting itu, Dr. Pratiwi sudah menyiapkan riset selama bertahun-tahun terkait ilmu yang digelutinya.
Saat itu rencananya Indonesia akan memberangkatkan astronot dalam misi STS-61-H yang menggunakan pesawat ulang-alik Columbia. STS-61-H yang direncanakan berangkat tahun 1986 ini akan meluncurkan tiga satelit komersil Skynet 4A, Palapa B3 and Westar 6S. Palapa B3 merupakan satelit Indonesia. Karena itu pemerintah merasa perlu memberangkatkan astronot sendiri. Bulan Oktober 1985, ia terpilih untuk ambil bagian dalam misi Wahana Antariksa NASA STS-61-H sebagai Spesialis Muatan. Taufik Akbar adalah cadangannya dalam misi ini.


Keberangkatan Pratiwi merupakan kerjasama pemerintah Indonesia dengan Badan Antariksa Amerika Serikat atau National Aeronautics and Space Administration (NASA), dalam rangka peluncuran satelit kebanggaan Indonesia, Palapa. Selain Pratiwi, pemerintah Indonesia juga berencana memberangkatkan Taufik Akbar, seorang insinyur telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB). Taufik merupakan pendamping Pratiwi dalam misi itu.
Dua nama itu merupakan hasil saringan dari sekitar 200 orang yang diseleksi langsung oleh NASA. Saat mengikuti seleksi, Pratiwi baru saja meraih gelar doktor bidang biologi molekuler dari Osaka University, Jepang. Berita tentang Pratiwi benar-benar menyita perhatian publik Indonesia waktu itu. Keberanian dan prestasinya terpilih oleh NASA seolah menjadi simbol kemajuan wanita Indonesia, juga cermin kemajuan pengetahuan Indonesia yang mewakili negara berkembang. Beberapa media di Asia pun cukup banyak yang memberitakan tentang Pratiwi sebagai wanita Asia pertama yang akan ke luar angkasa.
Tapi semuanya berubah pada 28 Januari 1986. Pesawat ulang-alik AS Challengger yang hendak menuaikan misi STS-51-L, meledak beberapa saat setelah diluncurkan. Challenger meledak tanggal 28 Januari 1986, hanya 73 detik setelah diluncurkan. Tujuh kru tewas dalam insiden ini. Akibat dari insiden ini, NASA membatalkan beberapa penerbangan ke luar angkasa. Termasuk Columbia yang akan mengangkut satelit Palapa B-3 milik Indonesia. Para astronot dalam misi penerbangan itu pun batal berangkat. Satelit B-3 akhirnya diluncurkan dengan roket Delta, tanpa kehadiran astronot dari Indonesia.
Kesempatan Pratiwi benar-benar hilang 11 tahun kemudian saat pemerintah benar-benar menggagalkan misinya pada 1997 karena badai krisis moneter. Pratiwi Pujilestari Sudarmono yang lahir di Bandung pada 31 Juli 1952 itu kini menjabat sebagai profesor mikrobiologi di Universitas Indonesia. Sejak gagalnya misi antariksanya. beliau masih kerap diundang ke luar negeri, terutama Negara-negara tetangga yang mempunyai rencana mengirikimkan astronotnya ke luar angkasa. Indonesia kini hampir belum mempunyai rencana untuk penjelajahan antariksa, yang menjadikan kita cukup tertinggal.
Kita perlu terus mawas diri. Dan Malaysia berhasil mengirimkan astronot ke ruang angkasa tahun 2007. Sheikh Muszaphar Shukor, seorang ilmuwan Malaysia berhasil pergi ke luar angkasa dengan menumpang Soyuz TMA-11 milik Rusia.
Bangkitlah Indonesia.



Piringan Emas Voyager/Voyager Golden Record 

  Piring Emas Voyager atau di sebut Golden Record
berisi suara-suara manusia dari 55 negara termaksud indonesia, serta gambar-gambar pilihan yang bertujuan menggambarkan keanekaragaman makhluk hidup dan budaya di Planet Bumi. Piringan dibuat dari tembaga berlapis emas, dan ditujukan kepada bentuk kehidupan luar angkasa yang cerdas atau manusia Bumi pada masa depan yang mungkin akan menemukannya. Wahana antariksa Voyager akan menghabiskan waktu sekitar 40.000 tahun untuk mencapai tata surya yang terdekat. "Terdekat" di sini artinya adalah jarak yang setara dengan 1,7 tahun cahaya. Maka dari itu, piringan emas ini akan membutuhkan waktu yang amat sangat lama sekali untuk bisa ditemukan oleh bentuk kehidupan lain, kecuali bila bentuk kehidupan asing itu sendiri yang tidak sengaja berpapasan dengannya di luar angkasa.
Dikarenakan ukuran Voyager yang sangat kecil bila dibandingkan dengan besarnya alam semesta, sangatlah luar biasa bila akhirnya piringan emas tersebut dapat ditemukan secara kebetulan oleh bentuk kehidupan lain. Bila rekaman emas ini akhirnya pernah ditemukan oleh kehidupan asing, tentunya hal ini hanya akan terjadi pada masa depan yang amat jauh. Dengan demikian, rekaman emas ini tampaknya hanya merupakan sebuah kapsul waktu atau sebuah pernyataan simbolis, dan bukan sebuah usaha serius untuk mencoba berkomunikasi dengan peradaban asing.


Jon lomberg


Ia adalah yang mendesain atau yang Membuat Golden Record

Ini adalah rekaman Golden record salam dari 55 negara  





Children of Planet Earth: The Voyager Golden Record Remixed - Symphony of Science

Sebuah lagu perjalanan Voyager 1&2



























Voyager 1 & 2

Apakah kalian pernah dengar tentang Voyager ?

  Voyager 1 adalah sebuah pesawat antariksa nirawak yang diluncurkan pada 5 September 1977 dan sampai sekarang masih beroperasi di luar tata surya. ... Saat diluncurkan, tujuan utama Voyager 1 adalah menyelidiki Jupiter dan Saturnus serta cincin dan bulan kedua planet tersebut.

  Voyager 2 

  Dan dua minggu setalah nya atau 22 agustus 1977 pesawat Voyager 2 menyusul dalam mempelajari
planet uranus dan saturnus.



Tetapi

  Dua pesawat tersebut mampu melanjutkan perjalanan mereka hingga keluar tata surya.
dan pada 22 agustus 2012 silam Pesawat Voyager 1 telah meniggalkan batas tatasurya kita saat ini
Voyager 1 sudah berjalan Sejauh 11,6,000,000,000mil Pesawat Voyager 1 menjadi benda buatan manusia pertama menempuh jarak terjauh dari bumi, Di butuhkan waktu 17jam untuk Voyager 1 dalam melakukan komunikasi ke bumi. Sedangkan Voyager 2 Baru mencapai batas tata surya pada 
5 november 2018 lalu, Voyager 2 menempuh jarak yang lebih jauh dari Voyager 1 karna memili jalur arah yang berbeda, Voyager 2 berjalan sejauh 17milliar Meter, Baru mencapai batas tata surya ini
Kedua nya Kini sama sama Objek buatan manusia yang menempuh jarak terjauh dari Bumi. 

Foto Dibawahini adalah foto bumi yang diambil Voyager 1

Pada tahun 1990 Voyager  1 berhasil memotret Bumi di jarak 6milliar km Foto tersebut menjadi gambar terakhir yang bisa dikirim Voyager 1 ke Bumi.




 

Apakah Kalian Tau multiverse?

   Multiverse, juga dikenal sebagai maniverse, megaverse, metaverse, omniverse, atau meta-universe, adalah kelompok hipotetis dari banyak semesta. Bersama-sama, alam semesta ini terdiri dari segala sesuatu yang ada: keseluruhan ruang, waktu, materi, energi, dan hukum fisik dan konstanta yang menggambarkannya.

 

Sejarah konsep

  Di Dublin pada tahun 1952, Erwin Schrödinger memberikan ceramah di mana ia dengan hati-hati memperingatkan para pendengarnya bahwa apa yang akan dikatakannya mungkin "tampak gila". Dia mengatakan bahwa ketika persamaannya sepertinya menggambarkan beberapa sejarah yang berbeda, ini "bukan alternatif, tetapi semua benar-benar terjadi secara bersamaan".




Hallo guys kali ini saya akan mengasih tau tentang alam semesta di jagat raya yang luas ini